Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,




Kuningan-,Demi menajamkan pengetahuan pengawasan selama kampanye, Bawaslu Kabupaten Kuningan kembali menggelar rapat Kerja tekhnis. Selain pengawasan Rekernis yang digelar di Montana Hotel Cigandamekar, Senin (15/10/2018). dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai mekanisme penindakan pelanggaran Pemilu. 

Rakernis diikuti oleh ketua dan anggota Panwascam di kabupaten Kuningan. Hadir Kordiv. Humas dan Hubungan Antar lembaga Bawaslu Provinsi Jawa Barat Lolly Suhenti dan seluruh Komisioner Bawaslu Kabupaten Kuningan.

Beberapa permasalahan tekhnis pengawasan di kecamatan dan desa mengemuka saat Rakernis berlangsung. Mulai dari Jadwal Kampanye yang tidak tersusun hingga lokasi pemasangan Alat peraga kampanye yang masih belum tertib pemasangannya.

"Kegiatan ini kami gelar demi mengasah kembali sensivitas para Panwascam dalam melakukan pengawasan masa kampanye. Proses pengawasannya sama dengan Pilkada tetapi obyek nya berbeda. kampanye Pileg Pilpres ini jelas membutuhkan energi lebih dalam pengawasannya," papar Abdul Jalil Hermawan, Kordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Kuningan.

Karena tambah Jalil, dalam pemasangan alat peraga kampanye saja, jika dibandingkan dengan Pilkada, Pileg pilpres tentu jumlahnya jauh lebih banyak.

Pada kesempatan yang sama Loly Suhenti selaku Kordiv. Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi juga mengatakan, segala cara bisa dilakukan untuk berkampanye. "Kita sebagai pengawas tentunya harus bisa menidentifikasi segala macam kerawanan pelanggaran selama kampanye," ujar Loly.

Loly juga mengingatkan kepada Pengawas pemilu di kecamatan dan di desa untuk selalu hadir jika kampanye caleg, DPD, pilpres digelar di daerahnya.

"Jangan sampai ada acara kampanye kita malah gak tahu. Minimal kita harus tahu siapa yang datang, kegiatan kampanyenya jenis apa dan apakah ada pelanggaran," kata wanita yang juga sebagai aktivis perempuan ini.(Tatang)

Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,


Kuningan-, Bawaslu Kabupaten Kuningan mengingatkan kepada ketua RT dan RW untuk tidak ikut memobilisasi massa saat kampanye. ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Bawaslu no 28 tentang pengawasan kampanye.  

"Dalam Perbawaslu 28 pasal 6 memang diatur perihal larangan RT RW untuk terlibat dalam kampanye," ujar Abdul Jalil Hermawan komisioner Bawaslu Kuningan Divisi pengawasan Humas dan Hubungan Antarlembaga. 

Aturan tersebut menurut Jalil untuk menghindari RT RW memobilisasi dan mengarahkan massa saat kampanye. Tetapi Jalil juga mengatakan larangan RT RW berkampanye ini tidak berlaku jika hanya menghadiri kampanye tanpa ada upaya untuk mengajak dan mempengaruhi orientasi pilihan warga.  

"Karena di pasal tiganya disebutkan larangan berkampanye jika RT RW menjadi pelaksanan kampanye dan tim kampanye Pemilu," jelas Jalil. Senin (15/10/2018).

Lagi pula tambah Jalil, larangan ini tidak tercantum dalam UU no 07 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. "Semangat Perbawaslu ini sekali lagi hanya untuk melindungi RT RW tidak ikut mengarahkan pemilih. Dalam aturan tersebut juga tidak disebutkan sanksi karena dalam UU no 7 tidak diatur," tambah Jalil. 

Pada kesempatan yang sama Jalil juga mengatakan, Perbawaslu tersebut kini masuk dalam perencanan revisi oleh Bawaslu RI.  

Selain RT RW dalam Perbawaslu no 28 tentang kampanye disebutkan juga tim kampanye dilarang melibatkan perangkat desa, Kepala desa, dan Badan Permusyawaratan Desa. 

"dalam Perbawaslu tesrebut ada 12 orang dengan jabatan tertentu yang dilarang ikut berkampanye," tandasnya.(Tatang)
Info, Kuningan, Klik, Wisata, Unik, Travel, Kuliner, Angkringan, Bengpri, Nanggela, Mandirancan,

Klikkuningan.com-Saat puncak perayaan Sedekah Bumi (13-10-2018) di desa Wisata Cibuntu, Komunitas Saung Indung mempersembahkan satu buah lagu yang khusus diciptakan untuk desa Wisata Cibuntu.

Saung Indung sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang kebudayaan, kesenian, dan ekonomi kreatif. Saung Indung berdiri di sejak tanggal 01 Juni 2013 dan berdomisili di Kabupaten Kuningan–Jawa Barat. Pada awalnya Saung Indung terbentuk karena kepedulian bersama akan nilai-nilai kebudayaan (tetekon buhun) yang mulai terlindas zaman dan mulai dilupakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat kabupaten Kuningan (Sunda).

Inilah lirik lagu tersebut

Alam nu endah 
Wargana ramah 
Hade ka semah 
Semahna bungah 

Cibuntu 
Cinta budaya tiap waktu 
Cibuntu 
Desa wisata di kuningan 

Kampung domba disarada 
sora angklung ubar bingung
sora suling ngajak eling
Bukti sajarah sangkan teu salah arah.

Link Youtube Videonya